KOMPUTER
Perkembangan Komputer Dari Generasi Kelima Hingga Sekarang
Seperti pada pembahasan Kali ini akan di bahas mengenai sejarah computer dari generasi ke generasi yang begitu cepat mengalami perkembangan saat skarang ini. Pada computer generasi selanjutnya saya akan membahas tentang sekilas computer dari tahun 1990 hingga sekarang. Pembahasan pada pokok kali ini yaitu saya akan mulai dari tahun 1989 yang sudah termasuk computer generasi sekarang ini. Namun seiring dengan berjalannya waktu Komputer begitu cepat mengalami perkembangan baik dari segi processor maupun deri model atau desainnya yang semakin canggih. Berikut ini adalah perkembangan computer dari tahun ke tahun:
a) Komputer Tahun 1989
Sekitar
tahun 1989 Intel meluncurkan i80486DX. Seri yang tentunya sangat
populer, peningkatan seri ini terhadap seri 80386 adalah kecepatan dan
dukungan FPU internal dan skema clock multiplier (seri i486DX2 dan
iDX4), tanpa tambahan instruksi baru. Karena permintaan publik untuk
prosesor murah, maka Intel meluncurkan seri i80486SX yang tak lain
adalah prosesor i80486DX yang sirkuit FPU-nya telah disabled. Seperti
yang seharusnya, seri i80486DX memiliki kompatibilitas penuh dengan set
instruksi chip-chip seri sebelumnya. AMD dan Cyrix kemudian membeli
rancangan prosesor i80386 dan i80486DX untuk membuat prosesor
Intel-compatible, dan mereka terbukti sangat berhasil. Pendapat saya
inilah yang disebut proses ‘cloning’, sama seperti cerita NEC V20 dan
V30. AMD dan Cyrix tidak melakukan proses perancangan vertikal
(berdasarkan sebuah chip seri sebelumnya), melainkan berdasarkan
rancangan chip yang sudah ada untuk membuat chip yang sekelas.
b) Komputer Tahun 1993
Pada
tahun 1993, dan Intel meluncurkan prosesor Pentium. Peningkatannya
terhadap i80486: struktur PGA yang lebih besar (kecepatan yang lebih
tinggi , dan pipelining, TANPA instruksi baru. Tidak ada yang spesial
dari chip ini, hanya fakta bahwa standar VLB yang dibuat untuk i80486
tidak cocok (bukan tidak kompatibel) sehingga para pembuat chipset
terpaksa melakukan rancang ulang untuk mendukung PCI. Intel menggunakan
istilah Pentium untuk meng”hambat” saingannya. Sejak Pentium ini para
cloner mulai “rontok” tinggal AMD, Cyrix . Intel menggunakan istilah
Pentium karena Intel kalah di pengadilan paten. alasannya angka tidak
bisa dijadikan paten, karena itu intel mengeluarkan Pentium menggunakan
TM. AMD + Cyrix tidak ingin tertinggal, mereka mengeluarkan standar
Pentium Rating (PR) sebelumnya ditahun 92 intel sempat berkolaborasi
degan Sun, namun gagal dan Intel sempat dituntut oleh Sun karena dituduh
menjiplak rancangan Sun. Sejak Pentium, Intel telah menerapkan
kemampuan Pipelining yang biasanya cuman ada diprocessor RISC (RISC spt
SunSparc).
Vesa
Local Bus yang 32bit adalah pengembangan dari arsitektur ISA 16bit
menggunakan clock yang tetap karena memiliki clock generator sendiri
(biasanya >33Mhz) sedangkan arsitektur PCI adalah arsitektur baru
yang kecepatan clocknya mengikuti kecepatan clock Processor (biasanya
kecepatannya separuh kecepatan processor). Jadi Card VGA PCI
kecepatannya relatif tidak akan sama di frekuensi MHz processor yang
berbeda alias makin cepat MHz processor, makin cepat PCI-nya.
c) Komputer Tahun 1995
Pada
tahun 1995, kemunculan Pentium Pro. Inovasi disatukannya cache memori
ke dalam prosesor menuntut dibuatnya socket 8. Pin-pin prosesor ini
terbagi 2 grup: 1 grup untuk cache memori, dan 1 grup lagi untuk
prosesornya sendiri, yang tak lebih dari pin-pin Pentium yang diubah
susunannya. Desain prosesor ini memungkinkan keefisienan yang lebih
tinggi saat menangani instruksi 32-bit, namun jika ada instruksi 16-bit
muncul dalam siklus instruksi 32-bit, maka prosesor akan melakukan
pengosongan cache sehingga proses eksekusi berjalan lambat. Cuma ada 1
instruksi yang ditambahkan: CMOV (Conditional MOVe).
d) Komputer Tahun 1996
Pada
tahun 1996, prosesor Pentium MMX. Sebenarnya tidak lebih dari sebuah
Pentium dengan unit tambahan dan set instruksi tambahan, yaitu MMX.
Intel sampai sekarang masih belum memberikan definisi yang jelas
mengenai istilah MMX. Multi Media eXtension adalah istilah yang
digunakan AMD. Ada suatu keterbatasan desain pada chip ini: karena modul
MMX hanya ditambahkan begitu saja ke dalam rancangan Pentium tanpa
rancang ulang, Intel terpaksa membuat unit MMX dan FPU melakukan
sharing, dalam arti saat FPU aktif MMX non-aktif, dan sebaliknya.
Sehingga Pentium MMX dalam mode MMX tidak kompatibel dengan Pentium.
Bagaimana dengan AMD K5? AMD K5-PR75 sebenarnya adalah sebuah ‘clone’
i80486DX dengan kecepatan internal 133MHz dan clock bus 33MHz.
Spesifikasi
Pentium yang didapat AMD saat merancang K5 versi-versi selanjutnya dan
Cyrix saat merancang 6×86 hanyalah terbatas pada spesifikasi pin-pin
Pentium. Mereka tidak diberi akses ke desain aslinya. Bahkan IBM tidak
mampu membuat Intel bergeming (Cyrix, mempunyai kontrak terikat dengan
IBM sampai tahun 2005). Mengenai rancangan AMD K6, tahukah anda bahwa K6
sebenarnya adalah rancangan milik NexGen? Sewaktu Intel menyatakan
membuat unit MMX, AMD mencari rancangan MMX dan menambahkannya ke K6.
Sayangnya spesifikasi MMX yang didapat AMD sepertinya bukan yang
digunakan Intel, sebab terbukti K6 memiliki banyak ketidakkompatibilitas
instruksi MMX dengan Pentium MMX.
e) Komputer Tahun 1997
Pada
tahun 1997, Intel meluncurkan Pentium II, Pentium Pro dengan teknologi
MMX yang memiliki 2 inovasi: cache memori tidak menjadi 1 dengan inti
prosesor seperti Pentium Pro , namun berada di luar inti namun berfungsi
dengan kecepatan processor. Inovasi inilah yang menyebabkan hilangnya
kekurangan Pentium Pro (masalah pengosongan cache) Inovasi kedua, yaitu
SEC (Single Edge Cartidge), Kenapa? Karena kita dapat memasang prosesor
Pentium Pro di slot SEC dengan bantuan adapter khusus. Tambahan : karena
cache L2 onprocessor, maka kecepatan cache = kecepatan processor,
sedangkan karena PII cachenya di”luar” (menggunakan processor module),
maka kecepatannya setengah dari kecepatan processor. Disebutkan juga
penggunaan Slot 1 pada PII karena beberapa alasan :
1) Memperlebar
jalur data (kaki banyak – Juga jadi alasan Socket 8), pemrosesan pada
PPro dan PII dapat paralel. Karena itu sebetulnya Slot 1 lebih punya
kekuatan di Multithreading/ Multiple Processor. (sayangnya O/S belum
banyak mendukung, benchmark PII dual processorpun oleh ZDBench lebih
banyak dilakukan via Win95 ketimbang via NT).
2) Memungkinkan
upgrader Slot 1 tanpa memakan banyak space di Motherboard sebab bila
tidak ZIF socket 9, bisa seluas Form Factor(MB)-nya sendiri konsep hemat
space ini sejak 8088 juga sudah ada. Mengapa keluar juga spesifikasi
SIMM di 286? Beberapa diantaranya adalah efisiensi tempat dan
penyederhanaan bentuk.
3) Memungkinkan
penggunaan cache module yang lebih efisien dan dengan speed tinggi
seimbang dengan speed processor dan lagi-lagi tanpa banyak makan tempat,
tidak seperti AMD/ Cyrix yang “terpaksa” mendobel L1 cachenya untuk
menyaingi speed PII (karena L2-nya lambat) sehingga kesimpulannya AMD K6
dan Cyrix 6×86 bukan cepat di processor melainkan cepat di hit cache!
Sebab dengan spec Socket7 kecepatan L2 cache akan terbatas hanya secepat
bus data/ makin lambat bila bus datanya sedang sibuk, padahal PII thn
depan direncanakan beroperasi pada 100MHz (bukan 66MHz lagi). Point
inilah salah satu alasan kenapa intel mengganti chipset dari 430 ke 440
yang berarti juga harus mengganti Motherboard.
f) Komputer Tahun 1998
Pada
tanggal 6 Oktober 1998, Intel Corporation meliris prosessor rangkap
versi tercepat Intel® Pentium® II Xeon™ dengan kecepatan 450 MHz,
dirancang khusus untuk digunakan pada Prosessor-dual (two-way)
Workstation dan servers. Prosessor baru ini di harapkan mampu membangun
sebuah kepercayaan yang kokoh agar Pentium® II Xeon™ dapat di terima di
pasaran dan bisa dijadikan prosessor dasar bagi semua Workstation dan
Servers. Prosessor rangkap (Dual-processor/two-way) akan membuat para
users secara tidak langsung pindah ke prosessor generasi baru ini, hal
ini dikarenakan berbagai problem yang selama ini pelik di selesaikan
oleh prosessor-prosessor terdahulu seperti Mission-Critical. System
Vendor yang mencakup Compaq, Dell, Fujitsu, Gateway, HP, IBM,
Intergraph, NEC, Siemens Nixdorf (SNI), TriStar dan UMAX telah
merencanakan untuk beralih ke Prosessor baru ini yang konon akan membawa
mereka ke tingkat pemrosesan data yang lebih menakjubkan.
Perkembangan
teknologi prosessor Intel terus mendorong cara kerja komputer ke
tingkatan yang lebih tinggi lagi, menghasilkan perluasan yang sangat
pesat pada sektor pemasaran pada Workstation dan Servers”, jelas Anand
Chandrasekher, Divisi Produksi Intel® Workstation. “Suatu tanda yang
sangat menggembirakan bagi kami ketika peluncuran Prosessor Pentium® II
Xeon™ ke pasaran; banyak konsumen baru yang sangat tertarik pada
arsitektur Prosessor ini, oleh karena itu peluncuran perdana Prosessor
pentium® II Xeon™ dengan kecepatan 450 MHz, seharusnya mampu mempercepat
trend pengembangan prosessor yang berkecepatan tinggi di masa kini”.
Seperti
anggota keluarga yang lain dari Intel® Inside microprocessor, hal yang
paling menonjol pada prosessor Pentium® II Xeon™ 450 MHz adalah Chaches
Level 2 (L2) yang lebih besar, kecepatan pemrosesan data, penanganan
khusus pada proteksi arus panas, Kemampuan Multiprosessing, dan 100-MHz
Bus sistem. AGPset Intel® 440GX untuk Workstation dan servers dengan
satu atau dua prosessor mampu menyediakan support memory hingga 20-GB
dan Grafik AGP yang lebih halus dan lebih real. Prosessor ini juga
menunjang pengembangan Sistem Operasi seperti Windows NT(New Technology)
untuk Workstation, Windows NT untuk Servers, Netware dan UNIX.
Prosessor Pentium® II Xeon™ 450 MHz dengan 512 KB L2 cache seharga $824,
sekitar Rp. 5.768.000,- (kurs Rp 7000,- per Dollar); Prosessor Pentium®
II Xeon™ 450 MHz empat jalur (Four-way) jika tidak berhalangan akan
terealisasi di awal tahun 1999.
g) Komputer Tahun 1999
Pada
tahun 1999, Intel mengeluarkan prosessor dengan tipe Intel® Pentium®
III Processor. Processor Pentium III merupakan processor yang diberi
tambahan 70 instruksi baru yang secara dramatis memperkaya kemampuan
pencitraan tingkat tinggi, tiga dimensi, audio streaming, dan
aplikasi-aplikasi video serta pengenalan suara. Disamping itu pada tahun
yang sama Intel juga mengeluarkan prosesor tipe Intel® Pentium® III
Xeon®. Processor Intel ini kembali merambah pasaran server dan
workstation dengan mengeluarkan seri Xeon tetapi jenis Pentium III yang
mempunyai 70 perintah SIMD. Keunggulan processor ini adalah ia dapat
mempercepat pengolahan informasi dari sistem bus ke processor, yang juga
mendongkrak performa secara signifikan. Processor ini juga dirancang
untuk dipadukan dengan processor lain yang sejenis.
h) Komputer Tahun 2000
Pada
tahun 2000, Intel mengeluarkan prosessor dengan tipe Intel® Pentium® 4
Processor. Processor Pentium IV merupakan produk Intel yang kecepatan
prosesnya mampu menembus kecepatan hingga 3,06 GHz. Pertama kali keluar
processor ini berkecepatan 1.5 GHz dengan form factor pin 423, setelah
itu intel merubah form factor processor Intel Pentium 4 menjadi pin 478
yang dimulai dari processor Intel Pentium 4 berkecepatan 1,3 GHz sampai
yang terbaru yang saat ini mampu menembus kecepatannya hingga 3,4 GHz.
i) Komputer Tahun 2006
Pada
tanggal 9 Agustus 2006, Intel Corporation meluncurkan prosesor Intel
Core 2 Duo yang ditujukan bagi PC dan workstation desktop dan laptop
consumer dan bisnis – prosesor dengan teknologi yang dapat menghasilkan
kinerja lebih, konsumsi daya lebih kecil, serta keleluasaan pemakaian
bagi para penggunanya. “Prosesor-prosesor Core 2 Duo adalah
prosesor-prosesor terbaik di dunia,” kata Paul Otellini, Presiden dan
CEO Intel. “Terakhir kali industri melihat inti komputer dibuat kembali
seperti ini adalah ketika Intel memperkenalkan prosesor Pentium.
Prosesor Core 2 Duo desktop berisi 291 juta transistor namun hanya
mengkonsumsi daya 40 persen lebih sedikit dan tetap dapat menghasilkan
kinerja yang dibutuhkan bagi aplikasi-aplikasi masa sekarang dan
mendatang.” Keluarga prosesor yang sudah ditunggu-tunggu ini telah
memiliki dukungan luas dengan lebih dari 550 rancangan sistem para
manufaktur komputer – paling banyak dalam sejarah Intel. Pada akhirnya,
puluhan ribu pelaku usaha akan menjual komputer-komputer atau
komponen-komponen dengan menggunakan prosesor-prosesor ini.
Prosesor-prosesor
Intel Core 2 Duo dibangun di beberapa fasilitas manufaktur bervolume
tinggi dan canggih di dunia menggunakan proses berteknologi silikon
64-nanometer dari Intel. Versi PC desktop dari prosesor-prosesor ini
juga menghasilkan peningkatan kinerja hingga 40 persen dan efisiensi
daya hingga 40 persen dibandingkan prosesor terbaik Intel generasi
sebelumnya. Menurut beberapa organisasi review independen,
prosesor-prosesor ini memenangkan lebih dari sembilan dari 10 benchmark
kinerja server, PC desktop dan PC gaming. Keluarga prosesor Intel Core 2
Duo terdiri dari prosesor-prosesor PC desktop yang dibuat khusus untuk
para pengguna dari kalangan usaha, rumah, dan enthusiast, seperti
pemain-pemain game high-end, dan lima prosesor PC mobile yang dirancang
untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup mobile.
Beragam
workstation yang menggunakan prosesor Intel Core 2 Duo juga akan
menghasilkan kinerja yang memimpin industri dalam hal desain, pembuatan
konten dan komputasi teknis. Keluarga prosesor ini didasarkan pada
arsitektur mikro Intel Core yang revolusioner, dirancang untuk
menghasilkan kinerja yang bertenaga namun dengan pemakaian daya efisien.
Dengan kekuatan dua inti, atau mesin komputasi, prosesor-prosesor ini
bisa mengerjakan banyak pekerjaan dengan lebih cepat. Prosesor-prosesor
ini juga bisa bekerja tanpa masalah saat menjalankan lebih dari satu
aplikasi, seperti membuat e-mail ketika sedang men-download musik atau
video dan melakukan scan virus. Chip-chip inti-ganda ini juga
meningkatkan performa beragam aplikasi seperti melihat dan memainkan
video definisi tinggi, melindungi PC dan aset-asetnya selama transaksi
e-commerce, dan memungkinkan umur batere yang lebih baik untuk
notebook-notebook yang lebih ramping dan ringan.
Konsumen
dan dunia usaha akan memiliki dua pilihan untuk membeli
prosesor-prosesor Intel Core 2 Duo sebagai bagian dari platform-platform
berfokus pasar utama dari Intel, yang terdiri dari teknologi-teknologi
hardware dan software Intel yang dibuat khusus untuk kebutuhan-kebutuhan
komputasi spesifik, termasuk teknologi Intel vPro untuk dunia usaha,
teknologi bergerak Intel Centrino Duo untuk laptop, dan teknologi Intel
Viiv untuk pengguna di rumah. Prosesor-prosesor Intel Core 2 Duo
memiliki banyak inovasi tingkat lanjut, seperti:
- Intel Wide Dynamic Execution
Meningkatkan
kinerja dan efisiensi. Masing-masing inti bisa menyelesaikan hingga
empat instruksi penuh secara bersamaan menggunakan sebuah pipeline
14-tahap yang efisien
· Intel Smart Memory Access
Meningkatkan
kinerja sistem dengan menyembunyikan latency memori, yang kemudian
mengoptimalkan penggunaan bandwidth data komputer yang tersedia untuk
menyediakan data ke prosesor ketika dibutuhkan.
- Intel Advance Smart Cache
Memiliki
sebuah cache atau cadangan memori L2 yang berbagi untuk mengurangi daya
dengan meminimalkan “lalu lintas” memori tapi meningkatkan kinerja
dengan memungkinkan satu inti untuk menggunakan seluruh cache ketika
core yang lain sedang tidak bekerja. Hanya Intel yang menyediakan
kemampuan ini di seluruh segmen.
- Intel Advanced Digital Media Boost
Secara
efektif menggandakan kecepatan eksekusi untuk instruksi-instruksi yang
banyak digunakan di aplikasi-aplikasi multimedia dan grafis. Intel 64
Technology – Penambahan ke arsitektur Intel 32-bit ini mendukung
komputasi 64-bit, termasuk memungkinkan prosesor untuk mengakses memori
yang lebih besar.
- Intel Dynamic Power Coordination
Mengkoordinasikan
transisi-transisi Enhanced Intel SpeedStep® Technology dan tahap
manajemen daya idle (C-states) secara independen per inti untuk membantu
mengirit daya.
- Intel Dynamic Bus Parking
Memungkinkan
penghematan daya dan umur batere yang lebih baik dengan memungkinkan
chipset untuk menurunkan daya bersama dengan prosesor dalam modus
frekuensi rendah.
Enhanced
Intel Deeper Sleep dengan Dynamic Cache Sizing – Menghemat daya dengan
“menguras” data cache ke memori sistem selama periode ketidak-aktifan
untuk menurunkan voltasi prosesor.
j) Komputer Tahun 2008
Pada
tahun 2008, tepatnya pada tanggal 17 Agustus, Intel mengeluarkan produk
terbarunya yaitu prosessor tipe Intel Core 2 Extreme Quad Core. Produk
terbarunya tersebut diberi nama Core 2 Extreme QX9300 processor dengan
fitur 45W TDP dan memberikan perhatian khusus pada sisi pendingin atau
cooling system. The New Intel Core 2 Extreme QX9300 ini memiliki Core
clock set pada 2.53GHz dan mengusung FSB atau Front Side Bus sebesar
1066 serta memiliki cache memory sebesar 12MB. Acara peluncuran prosesor
quad core ini hanya 2hari sebelum jadwal IDF 2008 dimulai.
Untuk
masalah harga, The New Core 2 Extreme ini memberikan fasilitas yang
cukup menjanjikan namun harga yang ditawarkan relative murah untuk
kemampuan sebuah processor yang luar biasa. Adapun harga untuk mobile
processor ini berkisar $1038 dimana pihak Intel telah melakukan sedikit
kesepakatan untuk menentukan harga dari processor QX9300 ini. Sebagai
perbandingan, Dual Core Mobile Chip dengan fitur sejenis yaitu clock
speed sebesar 2.53Ghz dengan harga $340, namun kinerja nya 3x lebih
lambat jika dibandingkan dengan QX9300. Tentu saja jika ingin menyamai
QX9300 maka penggunanya akan membayar harga yang lebih mahal.
Berdasarkan sumber lain dari tim pengembang Quad Core, pengembangan pun
akan dilakukan untuk merambah pangsa pasar desktop.
Intel juga meliris jenis prosesor lain yaitu dengan nama Core 2 Quad Q8200.
Prosesor
ini memiliki Core clock sebesar 2.33GHz dan direncanakan untuk
diperkenalkan pada bulan Agustus tepatnya tanggal 31. Processor ini
memiliki FSB atau front side bus sebesar 1333 dan besar cache memory
4MB. Berdasarkan keterangan pihak Intel, harga untuk prosesor ini yaitu
sebesar $224, dimana ini merupakan harga pasti dan pihak Intel telah
memproduksi ribuan unit prosesor ini untuk dipasarkan secara luas.
Sehingga Q8200 ini menjadi processor termurah dikelas quad core
processor yang mengusung teknologi 45nm fabrication technology line.
Processor Q9300 dengan core clock 2.5GHz dan Processor Q9400 dengan
clock 2.66GHz dipasarkan dengan harga $266.
Prosesor i3, i5, i7, dan i9
Saat
ini notebook terbaru yang memakai prosesor Intel sudah mulai memakai
keluarga Intel Core i. Ada yang dinamakan Core i3, Core i5, dan Core i7.
Ketiganya adalah pengganti resmi dari jajaran prosesor Intel Core2
(Core2 solo, Core2 Duo, Core2 Quad). Perbaikan apa saja yang ditawarkan
dengan jajaran Core i ini? Kami akan coba jelaskan sesederhana mungkin
mengenai jajaran baru prosesor notebook ini.
Nehalem
Semua
prosesor Intel dengan nama Core i dibangun dengan dasar arsitektur yang
diberi nama Nehalem. Secara sederhana, arsitektur baru ini menawarkan
performa yang lebih tinggi dengan pengaturan konsumsi daya yang jauh
lebih baik. Ada beberapa hal yang merupakan keunggulan dari arsitektur
Nehalem secara umum, jika dibandingkan dengan arsitektur Core
sebelumnya.
Penggabungan komponen
Pada
Nehalem, ada beberapa komponen yang digabungkan menjadi satu di dalam
prosesor. Hal yang paling penting adalah penggabungan pengendali memori
(RAM) ke dalam prosesor. Sebelumnya, pengendali ini terletak di luar
prosesor. Dengan dimasukkannya pengendali memori ke dalam prosesor,
kecepatan aliran data antara prosesor dan memori menjadi lebih tinggi.
Pada prosesor Core i3 M, Core i5 M, dan Core i7 M, Intel bahkan
memasukkan VGA-nya ke dalam prosesor. Hal tersebut tentu saja membuat
kemampuan VGA menjadi lebih baik dibandingkan VGA onboard terdahulu.
Efisiensi daya, maksimalisasi performa
Pada
Core2 Duo (prosesor dengan 2 inti prosesor/2 core), jika kecepatan
prosesor adalah 3 GHz, itu berarti kedua inti prosesor bekerja dengan
kecepatan 3 GHz. Saat prosesor beristirahat, keduanya akan turun
kecepatannya secara bersamaan juga. Jadi, kalau ada software yang hanya
bisa menggunakan 1 inti prosesor (contoh: Apple itunes), kedua inti
prosesor akan bekerja pada kecepatan tertingginya (3 GHz). Satu inti
prosesor bekerja mengolah data, sementara inti lainnya hanya ikut-ikutan
menaikkan kecepatan tanpa mengolah data.
Pada
Nehalem, kondisinya berbeda. Contohnya pada Core i3 (2 inti prosesor/2
core), kondisi di atas hanya akan membuat 1 inti prosesor bekerja dan
menggunakan kecepatan maksimumnya. Sementara 1 inti prosesor yang tidak
terpakai akan tetap beristirahat untuk menghemat energi.
Hyper-threading (HT)
Tahukah
Anda bahwa sebuah inti prosesor tidak selalu “dipekerjakan” secara
maksimal? Sebagai analogi, anggap sebuah prosesor dengan dua inti (dual
core) adalah sebuah ruang dengan dua orang di dalamnya. Pada saat satu
orang diminta memasak, kedua tangannya akan bekerja. Akan tetapi, orang
ini sebenarnya masih bisa menerima telepon sembari memasak, bukan?
Hal yang sama terjadi pada inti prosesor. Ada bagian-bagian dari inti prosesor tersebut yang tidak terpakai saat sebuah perintah diberikan padanya. Penyebabnya adalah perintah tersebut mungkin memang tidak memanfaatkan bagian tertentu dari prosesor. Lalu, bagaimana caranya kita bisa memanfaatkan bagian yang tidak bekerja tersebut? Intel menamakan teknologi pemaksimalan kerja prosesor tersebut dengan nama Hyper-threading (HT).
Hal yang sama terjadi pada inti prosesor. Ada bagian-bagian dari inti prosesor tersebut yang tidak terpakai saat sebuah perintah diberikan padanya. Penyebabnya adalah perintah tersebut mungkin memang tidak memanfaatkan bagian tertentu dari prosesor. Lalu, bagaimana caranya kita bisa memanfaatkan bagian yang tidak bekerja tersebut? Intel menamakan teknologi pemaksimalan kerja prosesor tersebut dengan nama Hyper-threading (HT).
Sebuah
inti prosesor yang memiliki teknologi HT akan dikenal oleh Operating
System (contoh: Windows7) sebagai 2 inti prosesor. Jadi, Operating
System dapat memberikan 2 pekerjaan pada sebuah inti prosesor. Hal ini
membuat prosesor berbasis Nehalem mampu bekerja lebih maksimal
dibandingkan pendahulunya.
Turbo boost
Kemampuan
ini adalah fitur unggulan dari sebagian besar prosesor dengan teknologi
Nehalem. Ide dasarnya adalah HUGI (Hurry Up and Get Idle). Teorinya
adalah jika sebuah pekerjaan diselesaikan lebih cepat, prosesor akan
bisa beristirahat lebih cepat dan menghemat lebih banyak energi.
Pada
umumnya, tiap prosesor memiliki batas maksimum konsumsi daya. Mari kita
ambil contoh Core i5 (2 inti prosesor/core) yang kisaran batas konsumsi
dayanya adalah sekitar 35 Watt. Jika VGA dan pengendali memori di dalam
Core i5 memakan 10 W dan hanya 1 inti prosesor yang terpakai,
konsumsinya hanya 22.5W, bukan? Lalu, bagaimana caranya prosesor dapat
menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat, sementara software tidak
menggunakan inti ke-2 yang tersedia?
Sisa
jatah konsumsi daya yang 12.5W dapat digunakan Core i5 untuk melakukan
Turbo boost. Yang terjadi adalah (pada Core i5-430M, 2.2GHz), kecepatan 1
intinya bisa dinaikkan hingga 2.53 GHz. Hal ini dilakukan dengan
memanfaatkan sisa jatah konsumsi daya dan memperhatikan temperature
prosesor. Jadi, prosesor 35W ini tidak akan melampaui konsumsi dayanya,
dan tidak akan kepanasan. Sementara itu, software dapat menyelesaikan
pekerjaan lebih cepat.
Arrandale
Nama
apa lagi ini? Nama ini kami angkat untuk membedakan Core i7 QM dengan
Core i7 M, Core i5 M dan Core i3 M. Saat ini, Core i7 QM masih
menggunakan teknologi Nehalem 45 nm. Meski bertenaga besar sekali,
teknologi 45 nm pada Core i7 membuatnya bekerja sedikit lebih panas.
Selain itu, Core i7 QM juga tidak memiliki VGA di dalam prosesor
berinti 4-nya (Quad core).
Arrandale
adalah kode untuk prosesor berbasis Nehalem untuk notebook yang
menggunakan teknologi 32 nm dan memiliki VGA terintegrasi di dalam
prosesor. Saat ini, Arrandale hanya memiliki jumlah inti prosesor
maksimum 2 (dual core). Akan tetapi, performanya tetap tinggi dan suhu
kerjanya cenderung lebih dingin dibandingkan Core i7.
Perbandingan Prosesor
Berikut deskripsi lebih jelasnya mengenai ketiga produk ini:
- Intel Core i7
Core
i7 sendiri merupakan processor pertama dengan teknologi “Nehalem”.
Nehalem menggunakan platform baru yang betul-betul berbeda dengan
generasi sebelumnya. Salah satunya adalah mengintegrasikan chipset MCH
langsung di processor, bukan motherboard. Nehalem juga mengganti fungsi
FSB menjadi QPI (Quick Path Interconnect) yang lebih revolusioner.
- Intel Core i5
Jika
Bloomfield adalah codename untuk Core i7 maka Lynnfield adalah codename
untuk Core i5. Core i5 adalah seri value dari Core i7 yang akan
berjalan di socket baru Intel yaitu socket LGA-1156. Tertarik begitu
mendengar kata value ? Tepat ! Core i5 akan dipasarkan dengan harga
sekitar US$186.
Kelebihan
Core i5 ini adalah ditanamkannya fungsi chipset Northbridge pada inti
processor (dikenal dengan nama MCH pada Motherboard). Maka motherboard
Core i5 yang akan menggunakan chipset Intel P55 (dikelas mainstream) ini
akan terlihat lowong tanpa kehadiran chipset northbridge. Jika Core i7
menggunakan Triple Channel DDR 3, maka di Core i5 hanya menggunakan Dual
Channel DDR 3. Penggunaan dayanya juga diturunkan menjadi 95 Watt.
Chipset P55 ini mendukung Triple Graphic Cards (3x) dengan 1×16 PCI-E
slot dan 2×8 PCI-E slot. Pada Core i5 cache tetap sama, yaitu 8 MB L3
cache.
Intel
juga meluncurkan Clarksfield, yaitu Core i5 versi mobile yang ditujukan
untuk notebook. Socket yang akan digunakan adalah mPGA-989 dan
membutuhkan daya yang terbilang cukup kecil yaitu sebesar 45-55 Watt.
- Intel Core i3
Intel
Core i3 merupakan varian paling value dibandingkan dua saudaranya yang
lain. Processor ini akan mengintegrasikan GPU (Graphics Processing Unit)
alias Graphics On-board didalam processornya. Kemampuan grafisnya
diklaim sama dengan Intel GMA pada chipset G45. Selain itu Core i3
nantinya menggunakan manufaktur hybrid, inti processor dengan 32nm,
sedangkan memory controller/graphics menggunakan 45nm. Code produk Core
i3 adalah “Arrandale”.
Core i7 QM
Prosesor
notebook Core i7 QM memiliki kemampuan tertinggi. Tidak ada VGA di
dalam prosesor ini, tapi 4 inti prosesor (quad core), kecepatan tinggi,
dan Turbo boost adalah andalan utamanya. Prosesor dengan 4 core dan
hyper-threading ini akan dideteksi Windows seakan memiliki 8 inti
prosesor! Jika Anda membutuhkan performa notebook tertinggi yang bahkan
mampu bersaing dengan desktop, ini adalah pilihannya. Umumnya, notebook
dengan Core i7 akan memiliki VGA khusus. Jadi, gamer, pengguna aplikasi
grafis (Adobe Photoshop, 3ds Max), dan pencinta performa tinggi akan
menyukainya. Tentu saja, ada harga yang harus dibayar untuk performa
yang tinggi ini.
Core i7 M
Prosesor
ini adalah Arrandale (2 inti prosesor) dengan performa terbaik.
Teknologi 32 nm membuatnya bekerja dengan suhu relative rendah.
Kecepatan tinggi, Hyper-threading, dan Turbo boost membuatnya memiliki
performa tinggi. Apabila dipadu dengan VGA tambahan, notebook berbasis
Core i7 M akan menjadi pilihan yang sangat baik bagi pencinta performa
tinggi. Kemampuannya bahkan dapat bersaing dengan Core i7 QM. Tentu
saja, dengan harga yang relatif lebih terjangkau.
Core i5 M
Notebook
dengan prosesor ini memang memiliki 2 inti prosesor (dual core). Akan
tetapi, tersedianya Hyper-threading membuatnya tampil seakan memiliki 4
inti prosesor. Turbo boost menjadi andalannya dalam hal performa.
Sementara itu, VGA terintegrasinya sudah mencukupi untuk pemutaran film
HD 1080p, bahkan film Blu-Ray. Jika perlu, beberapa game 3D ringan pun
bisa dimainkannya. Jika Anda menginginkan performa tinggi dengan
mobilitas baik, Core i5 adalah pilihan yang baik. Harganya pun tidak
mencekik.
Core i3 M
Meski
tidak dilengkapi Turbo boost, performa Core i3 tetap memikat.
Hyper-threading membuat kemampuannya dapat dipakai secara maksimal.
VGA-nya pun sudah lebih dapat diandalkan dibandingkan VGA onboard
terdahulu. Jika dana Anda terbatas namun menginginkan performa dari
arsitektur terbaik Intel, Core i3 adalah pilihan yang jauh lebih unggul
dibandingkan Core2 Duo.
Pengujian Singkat
Software
yang merupakan simulasi penggunaan berbagai aplikasi (MS Office, Adobe,
3ds Max, MS Outlook, dsb) ini menunjukkan bahwa bahkan Core i3 330
dengan mudah mengalahkan Core2 Duo T6600.
Software
yang serupa dengan SYSmark ini lebih menitikberatkan pada aplikasi
sederhana yang umum digunakan notebook. Hasil ujinya tidak jauh berbeda
dengan yang sebelumnya.
3DMark
2006 adalah software uji kemampuan grafis. Dari pengujian ini tampak
bahwa Core i3 330M saja sudah unggul lebih dari 50% dibandingkan VGA
onboard yang dipasangkan pada Core2 Duo T6600 (Intel GMA 4500MHD).
Intel
mengeluarkan Prosesor generasi terbaru yaitu Intel i9 “code name
GULFTOWN” [analogi dari i7 + 2, dengan 6 core fisik, sehingga dengan
begitu total thread count dapat mencapai 12 thread paralel ] dengan 12
MB L3, Rilis pertengahan 2010.
Intel Atom
Intel
Atom adalah prosesor ultra low power baru dari Intel dengan kode
produksi Diamondville, merupakan prosesor paling hemat energi saat ini
untuk PC desktop, prosesor ini hanya membutuhkan daya sebesar 1 – 2,5
Watt atau hanya sekitar 3% dari daya yang dibutuhkan oleh Prosesor Intel
Core 2 Duo (65 Watt), namun dapat memberikan kemampuan desktop PC X86
seutuhnya, untuk menggenjot fungsi multimedia.
Intel
Atom dilengkapi dengan dukungan Streaming SIMD Extensions 3 (SSE3).
Prosesor Intel atom diproduksi dengan teknolgi 45nm, dengan 47juta
transistor didalamnya dan ukuran fisik kurang dari 26mm persegi,
merupakan prosesor Intel terkecil saat ini.
PC
desktop berbasis Intel ATOM diberi istilah NETTOP yang dapat diartikan
sebagai PC yang “low–cost”. “Bukan hanya dari sisi harga yang
terjangkau, lebih dari itu sebenarnya Intel telah memulai era hemat
energi pada dunia komputer khususnya desktop PC sehingga pengertian
low-cost akan mencapai pada biaya pemakaian harian dan kami memulainya
pertama kali di Makassar,” demikian disampaikan oleh Wandy Effendi,
Managing Director Elextra Komputer, melalui media rilis, Rabu 17
September.
PC
Hybrid Grand SC530 yang berbasis ATOM cocok untuk semua kalangan, mulai
dari siswa yang baru mulai belajar menggunakan komputer sampai dengan
professional dikantor, ketika di test, PC Hybrid Grand SC530 ternyata
sangat responsif menjalankan aplikasi office (internet, pengetikan,
kalkulasi, tabulasi dan presentasi), serta memadai pada fungsi
multimedia seperti memutar musik dan video.
Hybrid
GRAND SC530 dengan spesifikasi : Intel® Atom Processor 230 (512kb L2
cache/ 1,6GHz/ 533MHz FSB), Intel 945GCLF board, RAM 1GB PC5300, HDD
80GB/7200rpm SATA, DVD-CDRW Combo, Multi Card Reader, Keyboard + Optical
Mouse, Speaker active dan LCD Monitor 16? Wide XGA dibanderol dengan
harga Rp 3,6 juta.
Elextra
Komputer juga menyediakan opsi untuk harga yang lebih murah karena
sebenarnya PC berbasis Intel ATOM dengan spesifikasi paling minim
harganya bisa mulai dari 2 jutaan, harga yang murah ini dimaksudkan
untuk mempermudah bagi para pelajar dan kalangan akademisi untuk
memiliki PC yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Post a Comment